Sabtu, 31 Juli 2010

Remaja mencari pasangan hidup(Remaja SMIH Perlu Tahu).

Kebimbangan itulah perasaan yang sering muncul di hati para lajang tatkala harus memutuskan dengan siapa ia akan menikah. Perasaan ini wajar muncul, karena keputusan menikah adalah keputusan besar yang akan mempengaruhi jalan hidup seseorang, karenanya mereka akan berhati-hati dalam menentukan calon pendamping hidupnya.

Kebimbangan semacam ini juga dirasakan Annisa, wanita berusia 24 tahun yang kebetulan berparas cantik. Sebagai muslimah ia sudah merasa jengah dengan para lelaki yang mencoba mendekatinya. Baginya hanya ada satu solusi, menikah. Tapi ia jadi bingung pria mana yang harus ia terima pinangannya. Di mata Annisa setiap pria yang mencoba mendekatinya memiliki kekurangan. Kini Annisa jadi bertanya dalam hati sebenarnya syarat apa saja sih yang mesti ia tetapkan untuk calon pendampingnya kelak?.

Tak ada gading yang tak retak, begitu yang dikatakan pepatah untuk mengungkapkan sebenarnya tidak ada orang yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki kekurangan, namun sesungguhnya ada kualitas kepribadian dasar yang harus kita dan calon pasangan kita miliki agar dapat membina mahligai rumah tangga yang bahagia. Kualitas pribadi tersebut antara lain:

Kualitas Keberagamaan
Agama merupakan keyakinan yang mempengaruhi hati, fikiran perasaan dan tingkah laku seseorang sehingga orang yang mempunyai pemahaman serta pengalaman agamanya yang baik akan sangat terbantu dalam mengatasi berbagai masalah. Kondisi ini pada akhirnya akan mempengaruhi kebahagiaan dan kelanggengan sebuah perkawinan.

Memiliki Komitmen Untuk Mengembangkan Diri
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya msing-masing. Namun setiap orang juga memiliki kesempatan untuk berkembang. Penting bagi kita untuk memiliki komitmen pengembangan pribadi ini, yaitu bagaimana seseorang memahami kekurangan yang ada, belajar dari kesalahan dan mau mendengarkan nasihat orang lain. Semua hal tersebut bermuara pada bagaimana ia membangun dan mengembangan dirinya agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak.

Keterbukaan Emosional
Artinya adalah orang yang memiliki perasaan, mengetahui apa yang sedang dirasakan, mau berbagi perasaan dengan pasangannya dan mengetahui cara mengungkapkan perasaan. Keterbukaan Emosional menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan pasangan kita, sedangkan komunikasi yang baik adalah modal penting dalam membangun rumah tangga harmonis.

Memiliki Integritas
Setiap orang mendambakan calon pasangan yang mempunyai integritas diri. Kita menginginkan orang yang, jujur, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, dalam hal ini terutama dengan pasangannya, kita juga ingin calon pasangan kita adalah orang yang tidak main-main dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi masa depannya. Itulah makna integritas diri.

Kematangan dan Tanggung Jawab

Memiliki kematangaan berarti ia bisa mengurus dirinya sendiri, tahu mana yang baik/buruk buat dirinya. Sedangkan bertanggung jawab berarti dia memahami langkah yang dia ambil beserta resiko-resiko yang mungkin dihadapi.

Memiliki Harga Diri
Ingatlah agar seseorang bisa mencintai ia harus cinta pada dirinya sendiri. Karena itu lihatlah bagaimana cintanya ia pada dirinya sendiri. Kalau ia sendiri tidak mencintai dirinya, bagaimana mungkin ia bisa mencintai pasangannya?

Sikap Positif Terhadap Kehidupan
Mereka yang memiliki sikap hidup positif akan berusaha mengubah segala kendala menjadi peluang, dan biasanya percaya bahwa segalanya akan bisa menjadi baik.

Itu semua kualitas ideal yang perlu dimiliki oeleh calon pasangan kita dan diri kita sendiri pada saat kita akan menikah. Namun situasi yang dihadapai Annisa atau situasi yang sejenis dengan itu, sering membuat kita tidak bisa berfikir jernih. Karena itu adalah hal-hal yang harus kita waspadai agar tidak salah paham dalam memilih pasangan. Hal-hal seperti ini mungkin akan membantu kita :

1. Jangan terlalu cepat memutuskan untuk menikah dengan si dia

Sediakan waktu yang cukup untuk memperoleh informasi yang memadai tentang calon pasangan anda tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dari calon pasangan hidup kita itu:

a. Latar Belakang Kehidupan.
- Nasab/latar belakang keturunan mencakup hubungan keluarga asal, apakah berasal dari keluarga utuh, harmonis, atau broken home. Termasuk bentuk hubungan dengan saudara kandung

- Agama, norma-norma atau nilai-nilai status sosial ekonomi, suku, tradisi budaya keluarga asal.

- Adakah penyakit keturunan yang berhubungan dengan faktor genetic.

b. Masalah yang berkaitan dengan kualitas diri
- Kualitas Dien
- Akhlaq
- Tipe kepribadian (tertutup/terbuka, pendiam, periang, emosional, sabar)
- Pendidikan, kapasitas intelektual, profesi.
- Latar belakang organisasi, aktivitas sosial.
- Kemampuan problem solving
- Kepercayaan diri.

2. Jangan menikah di usia yang belum matang secara pribadi
Siap menikah berarti siap menghadapai masalah yang semuanya menuntut kedewasaan berfikir dan bersikap. Kedewasaan ini tidak bisa di ukur dengan usianya lebih dewasa dibanding mereka yang lebih tua.

Kedewasaan juga mempengaruhi dalam kita menentukan pilihan calon pasangan kita. Mereka yang kurang matang cenderung hanya terpukau pada hal-hal yang bersifat luaran saja.

3. Jangan memilih pasangan hanya untuk menyenangkan orang lain
Andalah orang yang beruntung atau yang menderita dengan pernikahan anda. Kalau pun ada faktor orang lain dalam mempertemukan antara anda dengan si dia pastikan bahwa anda sendirilah yang memutuskan bahwa dialah yang memang terbaik buat anda (tentunya beristiqarah terlebih dahulu).

4. Jangan menikah dengan harapan-harapan yang tidak realistis
Biasanya niatan awal menikah mempengaruhi masalah-masalah apa yang akan mendominasi selama kehidupan perkawinan. Kepuasan dalam kehidupan perkawinan dan terhadap tolak ukurnya berada pada harapan tersebut. Bila tidak terpenuhi akan menimbulkan kekecewaan.

5. Jangan menikah dengan seseorang yang memilki masalah kepribadian
Berhati-hatilah terhadap orang yang memiliki kepribadian yang sulit untuk dirubah, diperlukan pengertian dan lapang dada yang luar biasa untuk menghadapi orang seperti ini. Pada dasarnya setiap orang memiliki perilaku bermasalah, namun yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kadar, intensitas dan frekwensinya seseorang yang masuk dalam kategori mengalami masalah kepribadian adalah bila memiliki prilaku bermasalah yang mendominasi keseharian dan mempengaruhi adaptasinya dengan orang lain. Biasanya orang seperti ini sering membuat orang lain atau dirinya sendiri merasa terganggu dan tidak nyaman dengan perilakunya.

Inna Mutmainnah, S.Psi.
Sumber: Majalah Safina No. 2/Th.1


sumber : eramuslim.com

Jumat, 30 Juli 2010

Indahnya Islam

SALAH satu kebaikan Islam dan kemudahannya yang dibawakan untuk kepentingan ummat manusia, ialah "Islam tidak mengharamkan sesuatu kecuali di situ memberikan suatu jalan keluar yang lebih baik guna mengatasi kebutuhannya itu." Hal ini seperti apa yang diterangkan oleh Ibnul Qayim dalam A'lamul Muwaqqi'in 2: 111 dan Raudhatul Muhibbin halaman 10. Beliau mengatakan: Allah mengharamkan mereka untuk mengetahui nasib dengan membagi-bagikan daging pada azlam,8 tetapi di balik itu Ia berikan gantinya dengan doa istikharah. Allah mengharamkan mencari untung dengan menjalankan riba; tetapi di balik itu Ia berikan ganti dengan suatu perdagangan yang membawa untung. Allah mengharamkan berjudi, tetapi di balik itu Ia berikan gantinya berupa hadiah harta yang diperoleh dari berlomba memacu kuda, unta dan memanah. Allah juga mengharamkan sutera, tetapi di balik itu Ia berikan gantinya berupa aneka macam pakaian yang baik-baik, yang terbuat dari wool, kapuk dan cotton. Allah telah mengharamkan berbuat zina dan liwath, tetapi di balik itu Ia berikan gantinya berupa perkawinan yang halal. Allah mengharamkan minum minuman keras, tetapi dibalik itu Ia berikan gantinya berupa minuman yang lezat yang cukup berguna bagi rohani dan jasmani. Dan begitu juga Allah telah mengharamkan semua macam makanan yang tidak baik (khabaits), tetapi di balik itu Ia telah memberikan gantinya berupa makanan-makanan yang baik (thayyibat).

Begitulah, kalau kita ikuti dengan saksama seluruh hukum Islam ini, maka akan kita jumpai di situ, bahwa Allah s.w.t. tidak memberikan suatu kesempitan (baca haram) kepada hambanya, melainkan di situ juga dibuka suatu keleluasaan di segi lain. Karena Allah samasekali tidak menginginkan untuk mempersukar hambaNya dan membuat takut. Bahkan Ia berkehendak untuk memberikan kemudahan dan kebaikan serta betas-kasih kepada hambaNya. Sebagaimana difirmankan sendiri oleh Allah dalam al-Quran:

"Allah berkehendak akan menerangkan kepadamu dan memberikan petunjuk kepadamu tentang cara-cara (sunnah) yang dilakukan orang-orang sebelum kamu, dan Allah juga berkehendak untuk menerima taubatmu, dan Allah adalah Zat yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Allah berkehendak untuk menerima taubatmu, tetapi orang-orang yang mengikuti keinginan hawa nafsunya itu berkehendak untuk berpaling dengan palingan yang sangat. Allah (juga) berkehendak untuk memberikan keringanan kepadamu, sebab manusia itu dicipta dengan keadaan yang lemah." (an-Nisa': 26-27)

Selasa, 27 Juli 2010

Jangan buat perpecahan karna Nisfu Sa,ban

Selasa, 27 Juli 2010
Jangan Jadikan Nisfu Sya’ban Sumber Perpecahan Ummat


Hidayatullah.com--Sebagaimana diketahui, di pertengahan bulan Sya’ban yang dikenal dengan istilah nisfu sya’ban, banyak umat Islam yang menghidupkan malamnya dengan qiyam dan siangnya dengan puasa, termasuk di Indonesia sendiri.

Akan tetapi fakta bahwa ada sebagian umat Islam lain tidak setuju dengan amalan ini tidak bisa dipungkiri, sehingga seringkali terjadi hubungan tidak sehat antara yang pro dan yang kontra. Darul Ifta’ Al Mishriyah, Lembaga Fatwa Mesir telah mewanti-wanti agar persoalan seperti ini jangan sampai menjadikan sumber perpecahan dan keterbelakangan.

“Harus diketahui bahwa hal semacam ini bukanlah sebuah persoalan, dan bukanlah hal yang memisahkan antara pengamal sunnah atau pelaku bid’ah, bukan pula pelaku ketaatan atau pelaku maksiat.” Demikian tanggapan Amin Fatwa (Komisi Fatwa) Darul Ifta, menjawab pertanyaan hidayatullah.com mengenai perselisihan yang biasa terjadi karena khilaf dalam ibadah nishfu Sya’ban.

Bahkan dengan tegas pihak Darul Ifta’ memperingatkan bahwa sibuk dalam masalah seperti ini menyebabkan kemunduran umat.

“Setiap muslim tidak boleh menjadikan hal ini sebagai perkara besar, yang harus mendapat perhatian besar. Karena sesungguhnya penyebab kemunduran umat adalah terlalu sibuk dengan masalah-masalah yang bukan merupakan prioritas utama.”

Dengan demikian, Darul Ifta’ menyatakan bahwa tidak sepatutnya umat Islam memperselisihkan masalah ini, yang bisa menyebabkan salah satu mencela saudaranya yang lain.

Mengenai kedudukan hadits fadhilah nisyfu Sya’ban, Darul Ifta’ menjelaskan bahwa hadits mengenai sunnahnya melakukan puasa dan qiyam dihukumi dhaif oleh Al Hafidz Al Iraqi dalam Takhrij Ihya’. Akan tetapi ada hadits lain yang diriwayatkan Imam Muslim yang membolehkan puasa itu. Bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada seorang laki-laki, ”Apakah engkau telah melakukan puasa di pertengahan bulan ini (Sya’ban)? Laki-laki itu menjawab, “Tidak.” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ”Jika engkau telah menunaikan puasa Ramadhan maka berpuasalah satu atau dua hari.”

Lembaga yang dipimpin oleh Mufti Mesir, Prof. Dr. Ali Jum’ah ini menyebutkan bahwa ada hadits lain yang menjelaskan fadhilah malam nishfu Sya’ban, yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi dari Ibnu Amru secara marfu’, menjelaskan bahwa Allah mendatangi hamba-Nya di malam hari pertengahan Sya’ban, dan mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali dua, yakni orang yang saling membenci atau pembunuh.

“Dengan demikian, tidak mengapa jika ada seorang muslim yang “menyambut” rahmat Allah ini dengan melakukan puasa di siang harinya dan qiyam di malam harinya.” Demikian Darul Ifta’ menutup pernyataannya yang ditujukan kepada hidayatullah.com melalui surat elektronik, beberapa waktu yang lalu.


*sumber: www.hidayatullah.com

---
posted by: pkspiyungan.blogspot.com

Senin, 19 Juli 2010

suami yang baik..smih

CIRI-CIRI SUAMI YANG MENCINTAI ISTRI

Laki-laki memiliki banyak perbedaan dengan wanita, diantaranya dia tidak terlalu sentimental. Dengan ungkapan lain, laki-laki lebih mampu mengendalikan emosi dan lebih mampu merahasiakan perasaan, pikiran, dan rencananya daripada perempuan. Karena itu, sulit mencari tahu posisi seorang istri di relung hati sang suami lewat tindak tanduknya. Boleh jadi dia tidak menyukai istrinya, tapi dia tetap bisa menjadi suami yang lembut, memenuhi hak-hak dan tidak menzhalimi istrinya, serta sekali-kali berdusta dengan menyatakan cinta dan tidak bisa hidup tanpa istrinya. Karena itu, kita sering mendengar cerita istri yang terkejut karena tiba-tiba di ceraikan, atau gadis yang tiba-tiba dilamar pemuda yang tidak di sangka-sangkanya. Sang istri tersebut mengatkan, “Suamiku sangat mencintaiku. Belum lama ini dia memberikanku barang yang sangat aku senangi. Ketika dia mengantarkan aku ke keluargaku. Tapi, tiba-tiba dia menceraikan aku.”

Sang suami sebenarnya tidak berubah dari cinta menjadi benci dan tidak menjatuhkan talak secara tiba-tiba, tapi dia mampu mengendalikan perasaan, bertingkah sebagai suami yang shaleh, lalu mencari waktu yang tepat untuk melaksanakan apa yang sudah lama dia rencanakan. Tindakan itu tentu saja akumulasi banyak hal yang meledak sekaligus akibat tiadanya keterusterangan dan dialog yang tenang antara suami istri untuk mengetahui keluhan masing-masing. Perasaan yang dipendam seperti itu tak ubahnya bom waktu yang meledak bila waktunya tiba.

Karena itu, istri seyogyanya tidak merasa puas dengan pujian dan perlakuan suaminya, sehingga merasa sombong, lepas kendali, dan melalaikan kewajiban dan penghormatan terhadap suaminya. Dia harus selalu berusaha memenuhi semua hak suami dalam setiap kondisi, tidak mencoba membangkitkan amarah suami betapapun suami selalu menampakkan rasa cinta, penghargaan, dan penghormatan. Sebab, jika dia berubah, suaminya juga pasti berubah. Jka dia sering melalaikan hak suami, mungkin dia akan kehilangan cinta sang suami secara tiba-tiba.

Saya mengenal seorang wanita yang diceraikan karena hal tersebut. Wanita ini menikah dengan lelaki yang telah beristri. Dia merasa suaminya sangat mencintainya dan memperlakukannya dengan baik. Kemudian sang suami menceraikan istri pertamanya. Hati wanita ini berbunga-bunga, karena dia menduga hal itu disebabkan sang suami memlih untuk mencintai seseorang. Dia merasa tenang. Dia pikir, cinta sang suami kepadanya sangat mendalam dan takkan meninggalkannya, seperti yang pernah dia dengar dari mulut suaminya. Karena itu, dia jadi sedikit melalaikan kewajibannya. Hari demi hari dia semakin lalai, sehingga perlakuannya itu diketahui kerabat suaminya. Masalah kadang banyak dan bertumpuk. Dan, suaminya tidak memilih jalan lain selain menceraikannya.


Ref :: (Untukmu Yang Akan Menikah Dan Telah Menikah)

istri yang baik

CIRI-CIRI ISTRI YANG MENCINTAI SUAMI

Keistimewaan utama wanita adalah sentimentalitasnya. Jika dia mencintai suaminya, dia akan memperlakukan suaminya dengan segenap perasaannya. Hal itu akan terlihat jelas dalam perilaku dan perkataannya. Nah, ciri-ciri cinta seorang istri pada suaminya adalah sebagai berikut:
1) Memperhatikan penampilan, kecantikan dan riasannya
2) Senang menyebut-nyebut dan membanggakan suaminya didepan orang lain
3) Nyaris selalu mematuhi, menaati, dan menuruti suaminya
4) Mencemburui suaminya pada wanita-wanita lain
5) Pikirannya terisi oleh suaminya dan mengkhawatirkan keselamatan suaminya
6) Senang di cemburui suami, karena ini adalah tanda cinta sang suami padanya
7) Setiap kekasih berusaha membahagiakan orang yang di cintainya. Istri yang mencintai suaminya lebih keras lagi dalam berusaha membahagiakan dan melayani suami, memberikan segal hal yang menyenangkan dan membahagiakan sang suami
8) Istri yang mencintai suaminya cenderung lebih mudah mempercayai suaminya itu daripada orang lain
9) Istri selalu tulus pada suami yang dicintainya dan tak pernah berpikir mengkhianatinya
10) Istri memaafkan suami yang dicintainya jika sang suami berbuat kesalahan kepadanya
11) Jika level suami lebih tinggi daripada dirinya, sang suami biasanya berusaha meningkatkan levelnya. Tapi jika levelnya lebih tinggi daripada level sang suami, maka dia berusaha turun ke level suaminya. Dia takkan membuat suami merasa lebih rendah daripada dirinya. Istri yang ingin berbahagia bersama suaminya, harus berusaha menampakkan diri lebih rendah daripada sang suami dalam segala hal.


Ref :: (Untukmu Yang Akan Menikah Dan Telah Menikah)

Minggu, 04 Juli 2010

abituren smih

Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah didirikan pada tanggal 1 Muharram 1370 H/ 17 Juli 1950 M, oleh tiga putra Martapura, yaitu :
1. K.H. Hasyim Moukhtar El - H (alm)
2. K.H. M. Nashrun Thohir (alm)
3. K.H. Ahmad Nawawi Marfu'
Setelah usianya 32 tahun, Pesantren Hidayatullah di kelurahan Keraton tidak mampu lagi mengembangkan kampusnya. Maka pada tahun 1982 membuka areal baru untuk pengembangannya di desa Bincau Kecamatan Martapura seluas 10,5 Ha. Di atas areal inilah PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH TAMAN HUDAYA dibangun tahap demi tahap, hingga pada tahun 1989 resmi dibuka dan dimulai kegiatan belajar mengajar serta memondokkan santri - santrinya.
Adapun tujuan lembaga pendidikan ini ialah mendidik santri menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, mempunyai wawasan pengetahuan agama dan pengetahuan umum yang luas serta terampil dan mandiri.
Adapun pimpinan umum pertama sekaligus sebagai Murabbi (pengasuh) ialah K.H. Syarkawi Thayib (alm), dan sebagai pimpinan madrasah (Rois) ialah Ust. H. M. Taufiq Shaleh Syukur,setelah beberapa tahun berjalan, Allah memanggil Murabbi K.H. Syarkawi Thayib untuk selama-lamanya dalam kecelakaan pesawat terbang, setelah itu P. P. HIDAYATULLAH TAMAN HUDAYA sempat mengalami kekosongan pemimpin, tetapi pada tahun 2000 Pimpinan Umum Pesantren Hidayatullah Keraton menunjuk K.H. M. Ramli H. A. Samad untuk menjadi Murabbi, disamping memimpin, beliau sekaligus mengajar dan masih aktif smpai sekarang.
Dengan berkembangnya teknologi dan informasi sekarang ini, maka para Pimpinan beserta para Ustadz dan para Alumnus berusaha terus menerus untuk memajukan kualitas pendidikan di P. P. HIDAYATULLAH TAMAN HUDAYA, dan di awal tahun pelajaran 2009/2010 ini para Pimpinan beserta para Ustadz dan para Alumnus
bersepakat untuk menjadikan P. P. HIDAYATULLAH TAMAN HUDAYA sebagai Pondok Pesantren yang berbasis teknologi dan informasi,,maka di berilah nama tambahan pada pondok pesantren ini menjadi PONDOK PESANTREN MODERN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI HIDAYATULLAH TAMAN HUDAYA BINCAU MARTAPURA, dan ini diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Ir. H. M. Rudi Arifin, pada acara reoni akbar 2009 alumnus P.P. Hidayatullah Keraton dan Taman Hudaya di PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH TAMAN HUDAYA BINCAU MARTAPURA. Adapun Pimpinan Umum sekaligus Murabbi sekarang masih Dipegang oleh K.H. M. Ramli H.A.Samad,dan Pimpinan Madrasah (Rois) di pegang oleh Ust. Bahsuni, Lc. Beliau menggantikan Rois terdahulu, mengingat Rois terdahulu (Ust. Taufiq Shaleh) dalam keadaan sakit dan perlu istirahat.
** catatan : Deskripsi di atas kami ambil dari sejarah singkat P. P. Hidayatullah Taman Hudaya, dan dari melihat perjalanannya sampai sekarang. Kami meyakini dalam deskripsi di atas, masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu guna terjauh dari segala kesalahan, maka kami meminta tolong kepada anggota group atau pembaca sekalian, apabila ada terdapat kesalahan atau kekurangan dalam deskripsi di atas, maka hendaknya segera memberitahukan kepada kami kesalahan atau kekurangan tersebut dan memberitahukan kepada kami hal yang benar dari kesalahan tersebut dan juga menyempurnakan segala kekurangannya. Sekian kami ucapkan terimakasih dan selamat bergabung dalam group ini**

kebahagian hidup...abituren smih

Jika kita bertanya kepada manusia, “Apakah yang paling dicari dalam hidup ini ?”, maka seluruh manusia di muka bumi ini menjawab dengan jawaban yang sama. Yang dicari oleh setiap manusia di muka bumi ini adalah kebahagiaan.

Meskipun berbeda warna kulit, suku, bangsa, agama dan profesi, ternyata semua manusia mendambakan hidup bahagia. Bila kita menginginkan hidup bahagia, maka cara-cara apakah yang harus ditempuh agar kebahagiaan itu bisa diraih.

Ada enam kiat yang diajarkan Islam agar kita bisa hidup bahagia. Kiat-kiat tersebut adalah :

Pertama, bergantung hanya kepada Allah SWT. Agar setiap perbuatan dan perilaku kita punya nilai, maka harus senantiasa didasari oleh orientasi kepada Allah Sang Pencipta dan Penguasa alam semesta. Apabila kita mendasarkan setiap perbuatan kita dengan orientasi kepada Allah, maka akan menimbulkan ketenangan dan menjauh dari kecemasan dan kegelisahan.

Apabila kita melakukan amal shaleh dimana kita mengharapkan pujian dari manusia, manakala tidak ada yang memuji kita, maka kita akan kecewa, merasa sedih dan galau. Apabila kita bergantung kepada Allah, saat kita menyerahkan bantuan atau sedekah kepada orang yang membutuhkan, kemudian orang yang menerima bantuan itu tidak mengucapkan terima kasih, maka kita tidak akan kecewa dan sakit hati.

Begitu pun apabila kita tengah menghadapi kekhawatiran akan kendaraan, karena semua terancam bahaya. Naik bus, kita khawatir, karena banyak bus bertabrakan. Begitupun apabila naik kapal laut, sekarang ini kita takut kapal yang kita naiki akan tenggelam, apalagi bila kita naik pesawat, maka kita khawatir pesawat yang kita naiki tersebut akan jatuh.

Apabila kita menghadapi ketakutan dan kecemasan seperti itu, maka satu-satunya cara agar kita terbebas dari kecemasan dan ketakutan tersebut adalah dengan menggantungkan diri kita kepada Allah SWT Sang Pemilik dan Pengatur alam semesta.

Kedua, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Agar kita hidup bahagia, maka cara yang harus kita lakukan adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sekurang-kurangnya kita melaksanakan yang diwajibkan dan menjauhi yang diharamkan oleh Allah SWT.

Manakala kita meninggalkan yang diwajibkan oleh Allah SWT atau melanggar larangan yang diharamkan oleh Allah SWT, maka akan muncul rasa gelisah dan ketidaktenangan dalam hati kita yang berakibat hati kita tidak merasa bahagia.

Ketiga, banyak beristighfar. Kiat ketiga agar kita hidup bahagia adalah dengan banyak beristighfar yaitu memohon ampun kepada Allah SWT. Mungkin kita pernah melakukan dosa dan kesalahan di hadapan Allah SWT, maka satu-satunya cara untuk menghapusnya atau membuat hati bahagia adalah dengan beristighfar memohon ampun, sekaligus bentuk taubatnya kita di hadapan Allah SWT. Dengan beristighfar dan menghapus dosa kita di hadapan Allah SWT, maka hati kita akan tenang dan nyaman.

Keempat, segera meminta maaf bila melakukan kesalahan pada sesama manusia. Sebagai manusia, mungkin saja kita membuat kesalahan kepada teman, rekan, saudara, tetangga atau orang lainnya. Agar kita tidak terus merasa cemas, was-was dan gelisah sebagai akibat dari kesalahan yang kita buat kepada orang lain tersebut.

Cara yang bisa kita lakukan agar kita bisa terbebas dari rasa cemas dan gelisah tersebut adalah dengan meminta maaf kepada orang yang kita melakukan kesalahan. Kita jangan ragu dan gengsi untuk meminta maaf, apabila kita memang berbuat salah kepada orang lain.

Kelima, merasa cukup (Qanaah). Kiat kelima agar kita merasa berbahagia adalah bersikap merasa cukup atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Sikap bersyukur dengan merasa cukup ini akan membebaskan kita dari hawa nafsu untuk selalu membuat kita ingin memiliki yang lebih dan lebih tanpa ada rasa kepuasan.

Sikap selalu merasa kurang akan membuat hati kita terus-menerus dilanda gelisah yang membuat hati kita tidak tenang dan merasa tidak bahagia. Rasa tidak puas adalah perasaan yang ditumbuhkan oleh hawa nafsu yang tanpa batas dan menjerumuskan kita pada kesengsaraan secara batiniah.

Keenam, banyak memberi. Kiat yang terakhir yang harus kita lakukan agar kita hidup merasa bahagia adalah dengan banyak berbagi kepada orang lain, terutama kepada orang-orang yang nasibnya tidak sebaik kita. Meskipun orang yang diberi itu merasa senang, tapi orang yang memberi merasa jauh lebih berbahagia, karena tangan di atas itu lebih baik dari pada tangan di bawah. Kita harus terus berupaya agar apapun yang kita miliki memiliki dampak dan nilai manfaat yang dirasakan oleh orang lain yang ada di sekitar kita.
Ahmad Juwaini - detikNews